Kehidupan Kampus


“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. . . . Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama . . .” — Kisah Para Rasul 2:42, 44

STTRI sangat menekankan kepada formasi spiritual tiap mahasiswanya. Yang dimaksud dengan formasi di sini adalah suatu proses pembentukan kepribadian yang holistis lewat penyerahan diri kepada Tuhan untuk bertumbuh di dalam segala hal ke arah Kristus. Berdasarkan definisi di atas, karakteristik formasi spiritual dijabarkan sebagai berikut:

1. Formasi spiritual adalah pertanggungjawaban setiap orang Kristen.
2. Subjek formasi spiritual adalah pribadi seutuhnya dalam interaksi dan kerjasamanya dengan Roh Kudus.
3. Dasar formasi spiritual adalah menjadi serupa dengan gambar Kristus Yesus.
4. Tujuan formasi spiritual adalah peran dari roh manusia dalam memimpin setiap aspek kehidupan menjadi senjata kebenaran Allah.
5. Sasaran formasi spiritual adalah pertumbuhan di dalam segala hal ke arah Kristus.
6. Konteks formasi spiritual adalah kampus, gereja dan masyarakat.
7. Sarana formasi spiritual adalah disiplin rohani (pribadi) dan hubungan kasih yang saling membangun (komunal). Formasi spiritual berlangsung secara formal (lewat kehidupan terstruktur) maupun informal (lewat hubungan antarpribadi).
8. Fokus formasi spiritual adalah kehidupan yang saling mengasihi, jiwa misi, kesadaran bahwa tiap individu dalam proses pengudusan, ketaatan dan kedewasaan pribadi, sikap hidup bersahaja dan penuh pengabdian serta menjunjung keadilan dan kebenaran, komitmen untuk aktif dalam ibadah bersama maupun pribadi, pengembangan ketekunan belajar, dan pelibatan diri dalam kegiatan bersama.

Formasi spiritual sebagaimana yang dijelaskan di atas diterapkan secara khusus dalam beberapa aspek kehidupan kampus di bawah ini.


Ibadah dan Saat Teduh

1. Bersaat teduh dan bersekutu dengan Tuhan secara pribadi setiap pukul 5.45-6.30 WIB.

2. Mengikuti secara aktif semua ibadah dan persekutuan doa yang diatur oleh sekolah, serta hadir 5 menit sebelumnya.

3. Mahasiswa full-time/part-time yang tinggal di luar kampus harus berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing untuk frekuensi kehadirannya dalam ibadah pagi di STTRI. Disyaratkan minimal 2 kali dalam satu minggu.

4. Memimpin ibadah pagi dan persekutuan doa sesuai dengan jadwal yang telah diatur.


Studi dan Perkuliahan

Setiap mahasiswa diwajibkan:
1. Mengikuti setiap kuliah sesuai dengan mata kuliah yang telah diambil, berperan aktif di dalam kelas, dan menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab.

2. Mendisiplinkan diri dalam self-studi di perpustakaan atau ruang belajar yang telah ditetapkan sekolah pada jam-jam belajar (malam hari pukul 19.00-23.00 WIB).

3. Membuat tugas, makalah dan karya tulis ilmiah dengan usaha sendiri dengan jujur. Tidak diperkenankan untuk saling meminjam tugas-tugas tersebut. Contoh makalah disediakan di bagian referensi perpustakaan.

4. Mahasiswa wajib hadir kuliah dengan tidak terlambat.

5. Pada saat mengikuti perkuliahan, mahasiswa wajib berpakaian sopan dan bersepatu. Tidak diperkenankan memakai kaos yang tidak berkerah dan celana panjang jeans.

6. Bila mahasiswa berhalangan hadir kuliah, maka mahasiswa tersebut wajib memberitahukan kepada dosen yang bersangkutan dan kepada penanggung jawab daftar hadir.

7. Bila mahasiswa tidak mengikuti perkuliahan lebih dari tiga kali, maka mata kuliah tersebut akan dianggap gagal dan mendapat nilai F.

8. Mahasiswa dilarang untuk menandatangani daftar hadir atas nama orang lain dan tidak diperkenankan untuk menandatangani daftar hadir sebelum dan sesudah perkuliahan. Bila penanggung jawab daftar hadir ataupun dosen dapat membuktikan bahwa mahasiswa tidak hadir dan daftar hadirnya diisi tanda tangan temannya, maka sanksi akan diberikan kepada mahasiswa yang tidak hadir dan kepada mahasiswa yang menandatanganinya.

9. Mahasiswa yang menunjukkan ketidakseriusan dalam studinya yang tercermin melalui hasil IPK kurang dari persyaratan akan diberi peringatan bertahap. Jika tidak dapat memperbaiki IPK mahasiswa bersangkutan dinyatakan gagal dan tidak dapat melanjutkan studi.

10. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan perkuliahan dapat mengajukan permohonan beasiswa kepada pihak STTRI dengan mengisi formulir permohonan beasiswa. Pengabulan permohonan beasiswa ditentukan melalui rapat dosen. Persayaratan permohonan beasiswa adalah: [a] Minimal semester dua; [b] Nilai KHS di atas 2.75; [c] Berkelakuan baik; [d] Membutuhkan bantuan biaya studi karena tidak mampu.


Kehidupan Asrama

Tata-tertib kehidupan berasrama di STTRI adalah sebagai berikut:

1. Asrama hanya disediakan bagi mahasiswa STTRI yang telah terdaftar menurut peraturan dan pengaturan yang berlaku (bukan untuk umum).

2. Mahasiswa diperkenankan menerima tamu hanya di ruang tamu. Tidak diperkenankan membawa tamu masuk ke dalam kamar asrama.

3. Setiap mahasiswa tidak diperkenankan memasuki kamar lawan jenis.

4. Setiap mahasiswa tidak diperkenankan menempelkan gambar apa pun di dinding atau pintu kamar selain yang telah diatur oleh pimpinan sekolah.

5. Setiap mahasiswa tidak diperkenankan memiliki secara pribadi TV/VCD dan sejenisnya dan hanya diperkenankan menonton acara-acara televisi yang diizinkan oleh pimpinan sekolah, yaitu pada:
a. Jam makan pagi, siang, dan malam
b. Hari Sabtu dan Minggu sampai pk. 23.00 WIB
c. Menonton film hanya diperbolehkan secara bersama-sama atas seizin Senat Mahasiswa (SEMA)

6. Mahasiswa tidak diperbolehkan memelihara tanaman dan binatang di asrama.

7. Penggunaan lemari es, kompor, setrika, pemanas air, dan lain-lain harus dilakukan secara umum dan diatur oleh senat mahasiswa (tidak diperkenankan memiliki secara pribadi).

8. Diperbolehkan menggunakan tape recorder pribadi asal tidak mengganggu kenyamanan lingkungan. Isi rekaman seharusnya sesuai dengan isi tata tertib sekolah.

9. Setiap mahasiswa STTRI diwajibkan membersihkan kamar tidur setiap hari, mencuci pakaian pribadi, serta bertanggung jawab atas milik pribadi, milik orang lain, dan milik sekolah.

10. Setiap mahasiswa STTRI yang tinggal di dalam asrama, diwajibkan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ditugaskan dan telah diatur sesuai dengan kelompok yang telah ditetapkan sekolah.

11. Setiap mahasiswa STTRI diwajibkan untuk makan di ruang makan pada waktu yang telah ditetapkan sekolah.

12. Setiap mahasiswa STTRI hanya diizinkan meninggalkan asrama menurut jadwal yang telah ditetapkan sekolah, kecuali memperoleh izin khusus dari pimpinan sekolah atau Senat Mahasiswa.
a. Hari Senin-Kamis tidak diizinkan meninggalkan asrama; pemenuhan kebutuhan sehari-hari dapat dibeli pada hari Jumat-Minggu
b. Mahasiswa dari luar kota Jakarta, hanya diperbolehkan pulang satu kali dalam satu bulan


Kehidupan Pribadi dan Pergaulan

Setiap mahasiswa diwajibkan:

1. Memelihara kesucian kehidupan seksual demi memuliakan nama Tuhan. Bagi mahasiswa STTRI yang belum menikah tidak diperkenankan melakukan hubungan intim antara pria dan wanita dalam segala bentuknya.
a. Mahasiswa yang berpacaran tidak diperbolehkan menginap di rumah pacar.
b. Mahasiswa yang berpacaran hanya diperbolehkan bercakap-cakap hingga pk. 22.00 WIB.

2. Menyatakan kehidupan baru yang dewasa dengan meninggalkan sama sekali segala bentuk perzinahan dan kebiasaan buruk, khususnya dalam hal seksualitas.

3. Memelihara kesucian tubuh dan jiwa dengan meninggalkan segala kebiasaan buruk dalam bentuknya seperti: narkoba, memakai zat-zat adiktif, rokok, minuman keras, perjudian, pencurian, gossip, menonton film-film yang tidak senonoh, bercanda tanpa batas, fitnah dan segala bentuk yang bertentangan dengan prinsip kasih, kesucian, kebenaran dan keadilan.

4. STTRI menolak tanpa kompromi segala bentuk pornografi, percakapan najis, percabulan, homoseksualisme dan lesbianisme.

5. Setiap mahasiswa STTRI selama dalam masa studi, baru diizinkan menikah jika telah mampu mendemonstrasikan tanggung jawab, kematangan berpikir, dan kedewasaan dalam menangani permasalahan (harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan pihak sekolah).


Pelayanan dan Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Setiap mahasiswa STTRI dianjurkan untuk melibatkan diri dengan salah satu kegiatan pelayanan gerejawi baik dalam bentuk pemuridan maupun penginjilan sesuai dengan ketentuan sekolah. Bagi mahasiswa yang tinggal di asrama, kegiatan pelayanan hanya dapat dilakukan pada hari Jumat siang, serta Sabtu hingga Minggu malam.

2. Seluruh kegiatan ekstra kurikuler di dalam atau di luar kampus boleh diajukan oleh Senat mahasiswa STTRI kepada pimpinan sekolah untuk dipertimbangkan. Pelaksanaan dan pengorganisasian dilaksanakan oleh senat mahasiswa dalam pengawasan pimpinan sekolah.


Pelanggaran dan Sanksi

Apabila mahasiswa melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang di atas, maka para Pimpinan STTRI akan memberikan sanksi sebagai berikut:

1. Untuk pelanggaran ringan diberi teguran dan digembalakan. Jika ada indikasi pembangkangan dan tidak mau hidup sesuai dengan ketentuan sekolah, mahasiswa yang bersangkutan akan diberi sanksi yang rentangnya dari surat peringatan hingga penghentian studi (skorsing) selama satu tahun. Surat peringatan ditembuskan kepada orangtua/wali dan pihak gereja yang mengutus, atau sponsor bila diperlukan.

2. Selama penghentian masa studi, mahasiswa diwajibkan mengikuti penggembalaan melalui konseling pribadi.

3. Mahasiswa yang menjalani sanksi berupa penghentian masa studi (skorsing) dan tetap ingin melanjutkan studinya akan diterima kembali dengan syarat mendapatkan surat rekomendasi dari gereja atau institusi pelayanan dimana ia terlibat serta menunjukkan adanya tanda-tanda pertobatan.

4. Jika pelanggaran tergolong berat, misalnya perjudian, narkotika, percabulan, perzinahan, penipuan, perkelahian, menikah dalam status mahasiswa tanpa persetujuan pihak sekolah, maka status kemahasiswaan yang bersangkutan akan dicabut.

5. Mahasiswa yang turut berperan membantu terjadinya pelanggaran mahasiswa lain juga dikenai sanksi sesuai berat ringannya pelanggaran.


Sistem Pembinaan

1. Konseling Pribadi dan Bimbingan Studi: Konseling pribadi dan bimbingan studi merupakan bagian yang sangat penting dalam persiapan pengabdian dan pelayanan hamba Tuhan. Untuk itu, STTRI melibatkan setiap dosen untuk menyediakan waktu dan/atau memanggil mahasiswa untuk pembimbingan pribadi. Setiap mahasiswa STTRI diharuskan secara berkala bertemu dan mengadakan percakapan pribadi dengan para dosen.

2. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM): BEM yang dipilih melalui rapat mahasiswa dan disahkan oleh pimpinan STTRI ini mempunyai peranan penting dalam kehidupan dan persekutuan mahasiswa di dalam kampus. Di samping menjadi jembatan antara dosen dan mahasiswa, mereka berperan besar dalam mengusulkan kebutuhan-kebutuhan yang lebih nyata dalam konteks pembentukan karakter seorang hamba Tuhan dan konselor Kristen yang baik.


Disarikan dari:
Booklet Panduan Kehidupan dan Tata Tertib Mahasiswa
Hubungi Kami
Online via Yahoo!Messenger:


Offline dengan mengisi pesan di bawah ini:
Name
Phone
Email
Subject
Message
Captcha
Kontak Info
STT Reformed Indonesia (STTRI, dulu STTRII)
Jl. Kemang Utara 9 no. 10
(masuk lewat jl. Kemang Utara 10)
Jakarta Selatan 12760
(Peta lokasi bisa dilihat/diunduh di sini.)
Telp
:
(021) 7982819, 7990357
Fax
:
(021) 7987437
Email
:
reformed@idola.net.id
Website
:
www.reformedindonesia.ac.id
www.KonselingKristen.org

Bank
:
CIMB Niaga (Cabang Kemang)
No. Acc.
:
800073329000 (Rp.)
253.02.00081.001 (USD)
A/n
:
Yayasan Lembaga Reformed Indonesia
COPYRIGHT © 2013 STT Reformed Indonesia. ALL RIGHTS RESERVED. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design